Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah. atau definisi lainnya yaitu teks cerita yang berdasarkan catatan-catatan peristiwa masa lampau dikembangkan berdasarkan bukti bukti yang ditemukan yang nantinya menjadi teks kenyataan sejarah.
Ciri paling utama dari cerita sejarah adalah peristiwa yang diceritakan terjadi dengan sebenarnya. Untuk membuktikan kebenaran peristiwa yang telah terjadi, maka cerita sejarah harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.
Struktur Teks Cerita Sejarah
- Orientasi adalah awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Bagian ini biasanya perkenalan tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan.
- Rangkaian kejadian atau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang biasanya disampaikan secara kronologis.
- Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita.
- Resolusi adalah bagian dimana masalah terpecahkan.
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
- Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Kata ganti pronomina dibagi menjadi 6 bentuk, yaitu kata ganti orang, kata ganti kepemilikan, kata ganti petunjuk, kata ganti penghubung, kata ganti tanya, kata ganti tak tentu.
- Frasa adverbial, merupakan kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa, waktu dan tempat. Bersifat modifikatif (agak besar, kurang pandai, hampir baik, begitu kuat, pandai sekali) dan koordinatif (lebih kurang).
- Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
- Konjungsi temporal (kata sambung waktu) berguna untuk menata urutan -urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya ( sebelum, ketika, semenjak, sejenak, setelah, sementara, dll). Konjungsi temporal dibagi 2 yaitu konjungsi sederajat (sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya) dan konjungsi tak sederajat (apabila, bila, bilamana, demi, ketika, hingga, sambil, sebelum, sedari, sejak)
