Sabtu, 21 November 2020

RESENSI BUKU ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) KELAS 9



Judul Buku          : Mari Belajar IPA untuk SMP/MTs Kelas IX
Pengarang            : Elok Sudibyo, Wahono Widodo, Wasis, dan Dwi Suhartanti
Editor                       : Eko Supatmawati
Ilustrator                 : Tri Edie
Ukuran Buku          : 17,6 x 25 cm
Penerbit                   : PT. Karya Mandiri Nusantara
Tebal buku              : 288 halaman

Buku ini ialah buku pelajaran untuk kelas IX SMP yang berisi tentang berbagai macam pelajaran IPA kelas IX SMP serta telah memenuhi standar pelajaran. Didalamnya terdapat pemaparan antara lain berbentuk aktivitas, uraian penjelasan, lab saku, latihan serta bina keahlian. Buku ini berisi bermacam perihal yang berkaitan dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terutama biologi serta fisika dilengkapi dengan gambar- gambar yang hendak memperjelas modul yang lagi dibahas. Di akhir dari tiap- tiap modul, ada penilaian yang berisi soal- soal yang cocok dengan modul bab supaya siswa termotivasi buat mengerjakannya. Pada modul IPA bagian biologi, mangulas tentang ilmu yang menekuni struktur bagian dalam badan seperti sistem ekskresi pada manusia, sistem reproduksi manusia, serta sistem saraf serta indera manusia. Di samping itu, buku IPA ini pula mangulas tentang kelangsungan makhluk hidup, pewarisan watak, dan teknologi reproduksi serta bioteknologi. Untuk modul bagian fisika, mangulas tentang bermacam perihal tentang listrik ialah listrik statis, elektromagnetik dan elemen serta arus listrik, rangkaian listrik, dan energi serta tenaga listrik.  Pada halaman- halaman terakhir buku ini ada glosarium yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesusahan dalam menguasai sebutan -sebutan yang belum dikenal. Terdapat pula kunci jawaban indeks yang bisa memudahkan siswa mencari objek yang hendak dipelajari serta kunci jawaban yang diberikan biar siswa bisa mencocokkan jawaban dari soal yang telah dicari, dan terdapat catatan pustaka yang berisi data berbentuk sumber- sumber yang digunakan dalam penataan buku ini. Dengan membaca buku IPA kelas IX SMP ini, siswa dengan mudah menekuni pelajaran IPA serta guru gampang untuk mengantarkan modul pendidikan. Namun, terdapat sebagian kesalahan yang dilansir di dalam buku ini, ialah berbentuk kesalahan dalam menulis soal, kunci jawabannya, serta kesalahan dalam pengetikan. Meski begitu, buku ini sangat menarik buat dibaca sebab bisa meningkatkan pengetahuan dasar serta keahlian tentang pelajaran IPA.  


Jumat, 06 November 2020

RANGKUMAN BAB 4 BAHASA INDONESIA BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

 Buku Fiksi dan Nonfiksi

Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.
Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.

Contoh buku fiksi yaitu buku cerita anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, dan komik.
Contoh buku nonfiksi yaitu buku pelajaran, buku ensiklopedia, esai, jurnal, dokumenter, biografi, dan laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi).


A. Buku Fiksi

Ciri-Ciri Buku Fiksi

a. Ditulis menggunakan gaya bahasa.

b. Sifat katanya banyak konotatif atau makna yang ditambahkan.

c. Berbentuk cerpen dan novel.

d. Ditulis berdasarkan imajinasi atau khayalan.


Kaidah Kebahasaan Buku Fiksi

1. menggunakan perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau yang seing disebut juga dengan METAFORA
2. menggunakan kata ganti trtentu dan gaya bahasa yang digunakan memiliki pertalian yang kuat atau sering disebut juga dengan METONIMIA
3. menggunakan persamaan atau SIMILE, yang digunkan sebagai pendamping yang menyataka sesuatu hal lainya


Struktur Buku Fiksi

Struktur teks cerita fiksi tak jauh berbeda dengan struktur cerpen. Dimana struktur cerita fiksi terdiri dari 6 unsur berikut
1. Abstrak, bagian ini adalah bagian opsi, yang boleh ada dan boleh tidak ada dan bagian ini juga menjadi suatu inti dari sebuah karangan teks cerita fiksi
2. Orientasi, bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
3. Komplikasi, pada bagian ini saat saat dimulainya suatu permasalahan ( munculnya masalah) dari tesk cerita fiksi dan menjadi daya tarik tersendiri pembaca pada sebuah novel
4. Evaluasi, pada bagian ini jika dalam teks novel adalah bagian pemecahan masalah atau penyelesaian masalah yang sedang di hadapi oleh para tokoh.
5. Resolusi, pada bagianini merupakan suatu inti pemecahan masalah dari masalah masalah yang di hadapi tokoh, dan menjadi akhir penyelesaian masalah pakah dapat berakhir dengan baik atau pun berakhir dengan tidak baik
6. Koda atau reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.


B. Buku NonFiksi

Ciri-Ciri Buku NonFiksi

A. Ditulis Menggunakan Bahasa Formal

B. Menggunakan Metode Penulisan Denotatif

C. Faktual/Fakta

D. Berbentuk Tulisan Ilmiah Popular


Kaidah Kebahasaan Buku Nonfiksi

a. Menggunakan kata baku yang terkesan resmi dan formal

b. Cerita yang dituliskan terkesan santai cerita demi cerita yang terjadi dikrehidupan sehari hari

c. Menggunakan kata asing dan kata yang belum termasuk kata serapan


Struktur Buku NonFiksi

1. Orientasi, , bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
2. Urutan peristiwa, berisi urutan peristiwa yang terjadi dala cerita mulai dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.
3. Reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.




Unsur-Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra.
a. Alur (plot)
Alur atau jalan cerita merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat.
b. Tema
Tema adalah inti atau ide pokok dalam cerita.
c. Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
d. Sudut pandang (point of view)
Sudut pandang adalah posisi pengarang atau narator dalam membawakan cerita tersebut.
e. Latar (setting)
Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh.
f. Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya yang diciptakan itu.


Unsur-Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra (cerpen,novel,puisi, dll) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar.
a. Latar belakang/biografi pengarang
Biografi adalah sebuah kisah yang menceritakan proses kehidupan seseorang.
b. Kondisi masyarakat dan lingkungan penulis
c. Nilai-nilai yang tersemat dalam karya sastra
-nilai agama
-nilai sosial
-nilai moral
-nilai budaya

Langkah-Langkah Menganalisi Buku Fiksi dan Nonfiksi

1. Membaca ulang isi teks dalam buku
2. Memahami isi teks dalam buku
3. Menyimpulkan amanat tersirat ataupun tersurat
4. Mengambil amanat atau pesan yang terkandung dalam buku tersebut




source : 
https://mradit-indonesia.blogspot.com/2019/11/pengertian-strukturciri-ciri-kaidah.html?m=1



Sabtu, 03 Oktober 2020

Teks Editorial

Kemenko PMK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 10 Kali Berturut-turut

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2019.

Raihan tersebut merupakan untuk yang ke-10 kalinya didapatkan Kemenko PMK secara berturut-turut bersama beberapa kementerian lainnya, lembaga, dan pemerintah daerah.

              

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya hal itu menunjukkan konsistensi dalam melaksanakan pengelolaan keuangan negara dengan baik.

"Ini pencapaian konsisten dan milestone yang luar biasa semenjak kita pertama kali mulai melaksanakan pengelolaan keuangan negara berdasarkan UU Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara," ujar Sri Mulyani yang menyerahkan penghargaan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 secara daring, Selasa (22/9), dikutip dari siaran pers.

Sri Mulyani berharap capaian tersebut tidak dicederai dengan tindakan-tindakan yang tak semestinya.

Dengan demikian, capaian tersebut menjadi contoh bagi kementerian lain, lembaga, dan pemerintah daerah.

"Saya berharap capaian dari mereka yang mencapai 10 kali berturut-turut opini WTP bisa menjadi contoh dan tidak dicederai berbagai tindakan atau hal-hal yang bisa menumbuhkan perasaan bahwa laporan keuangan tidak menggambarkan tata kelola yang baik," kata dia.

Pada tahun 2020, pemerintah memberikan penghargaan 10 kali berturut-turut opini WTP kepada 41 entitas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dari provinsi, kabupaten dan kota.

Selain itu, pemerintah juga memberikan penghargaan lima kali berturut-turut opini kepada 286 entitas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah serta penghargaan opini WTP tahun 2019 kepada 571 entitas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Adapun opini WTP merupakan salah satu opini audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.

Dengan kata lain, bukti-bukti audit yang dikumpulkan dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang baik.


Oktober 3, 2020

Minggu, 06 September 2020

Teks Cerita Sejarah Cut Nyak Dien

Cerita Sejarah Cut Nyak Dien




Orientasi

Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 dari keluarga bangsawan Aceh. Dari garis ayahnya, Cut Nyak Dien merupakan keturunan langsung Sultan Aceh. Ia menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga pada usia masih belia tahun 1862 dan memiliki seorang anak laki-laki.


Komplikasi
Ketika Perang Aceh meluas tahun 1873, Cut Nyak Dien memimpin perang di garis depan, melawan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap. Setelah bertahun-tahun bertempur, pasukannya terdesak dan memutuskan untuk mengungsi ke daerah yang lebih terpencil. Dalam pertempuran di Sela Glee Tarun, Teuku Ibrahim gugur.
Kendati demikian, Cut Nyak Dien melanjutkan perjuangan dengan semangat berapi-api. Kebetulan saat upacara penguburan suaminya, ia bertemu dengan Teuku Umar yang kemudian menjadi suami sekaligus rekan perjuangan.
Bersama, mereka membangun kembali kekuatan dan menghancurkan markas Belanda di sejumlah tempat. Namun, ujian berat kembali dirasa ketika pada 11 Februari 1899, Teuku Umar gugur. Sementara itu, Belanda --yang tahu pasukan Cut Nyak Dien melemah dan hanya bisa menghindar-- terus melakukan tekanan.
Akibatnya, kondisi fisik dan kesehatan Cut Nyak Dien menurun, namun pertempuran tetap ia lakukan. Melihat kondisi seperti itu, panglima perangnya, Pang Laot Ali, menawarkan menyerahkan diri ke Belanda. Tapi Cut Nyak Dien malah marah dan menegaskan untuk terus bertempur.


Resolusi
Akhirnya Cut Nyak Dien berhasil ditangkap dan untuk menghindari pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh, ia diasingkan ke Pulau Jawa, tepatnya ke Sumedang, Jawa Barat. Di tempat pengasingannya, Cut Nyak Dien yang sudah renta dan mengalami gangguan penglihatan, mengajar agama. Ia tetap merahasiakan jati diri sampai akhir hayatnya.
Ia wafat pada 6 November 1908 dan dimakamkan di Sumedang. Makamnya baru diketahui secara pasti pada tahun 1960 kala Pemda Aceh sengaja melakukan penelusuran. Perjuangan Cut Nyak Dien membuat seorang penulis Belanda, Ny Szekly Lulof, kagum dan menggelarinya "Ratu Aceh".


Teks tersebut dikonversi menjadi puisi

Suara meriam bergema di telingamu
kau berjalan melambat
Pergi menyelamatkan kekasihmu
Yang telah lama pergi.

Kau berlari kencang dengan rencong
Meski telah bercucur darah
Tidak kau pikirkan
Namun semangatmu tak pernah patah

Cut Nyak Dhien
Kau pahlawan wanita kami
Kepulanganmu ke depan Illahi
Memecahkan tangis dan duka di Aceh

Perjuanganmu pun berakhir
Suamimu gugur peperangan
Meninggalkanmu disini
Namun kau tetap semangat menghadapi
Terima kasih pahlawanku


Terima kasih telah membaca blog saya!!❤

source : http://kapidean.blogspot.com/p/cut-nyak-dien-lahir-pada-tahun-1848.html?m=1




Sabtu, 15 Agustus 2020

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA CERITA SEJARAH

 Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah. atau definisi lainnya yaitu teks cerita yang berdasarkan catatan-catatan peristiwa masa lampau dikembangkan berdasarkan bukti bukti yang ditemukan yang nantinya menjadi teks kenyataan sejarah.

Ciri paling utama dari cerita sejarah adalah peristiwa yang diceritakan terjadi dengan sebenarnya. Untuk membuktikan kebenaran peristiwa yang telah terjadi, maka cerita sejarah harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.


Ciri – Ciri Teks Cerita Sejarah

  1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  2. Bentuk teks cerita ulang (recount)
  3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5. Isi berupa fakta.

Struktur Teks Cerita Sejarah

  1. Orientasi adalah awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Bagian ini biasanya perkenalan tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan.
  2. Rangkaian kejadian atau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang biasanya disampaikan secara kronologis.
  3. Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita.
  4. Resolusi adalah bagian dimana masalah terpecahkan.

Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

  1. Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Kata ganti pronomina dibagi menjadi 6 bentuk, yaitu kata ganti orang, kata ganti kepemilikan, kata ganti petunjuk, kata ganti penghubung, kata ganti tanya, kata ganti tak tentu.
  2. Frasa adverbial, merupakan kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa, waktu dan tempat. Bersifat modifikatif (agak besar, kurang pandai, hampir baik, begitu kuat, pandai sekali) dan koordinatif (lebih kurang).
  3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi temporal (kata sambung waktu) berguna untuk menata urutan -urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya ( sebelum, ketika, semenjak, sejenak, setelah, sementara, dll). Konjungsi temporal dibagi 2 yaitu konjungsi sederajat (sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya) dan konjungsi tak sederajat (apabila, bila, bilamana, demi, ketika, hingga, sambil, sebelum, sedari, sejak)

Fungsi Teks Cerita Sejarah

  • Fungsi rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca
  • Fungsi inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi
  • Fungsi intruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran
  • Fungsi edukatif, dapat dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku

Jenis – Jenis Teks Sejarah

Sejarah Fiksi

  • Novel adalah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita. Penulisnya disebut novelis

  • Cerpen adalah cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung pada tujuan nya dibandingkan dengan karya fiksi lainnya yang umumnya lumayan panjang.

  • Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi.

  • Roman adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan.

Sejarah Non-Fiksi

  • Biografi adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  • Autobiografi adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.
  • Cerita Perjalanan adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.
  • Catatan Sejarah adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah.

Terimakasih sudah membaca blog saya!!😊




source : 
https://www.gurupendidikan.co.id/teks-cerita-sejarah/




Senin, 15 Juni 2020

Setitik Virus

Ini Corona,
Dari hunusan jarum keji pembawa petaka
Yang mampu merenggut segalanya
Segala yang kau miliki

Ini Corona,
Kau tak kuasa membendung serangannya
Kau tak mampu lari darinya
Kau tak akan berdaya karenanya
Hanya karenanya

Corona,
Membuat bumi berperang
Menyentak seluruh bumi
Jiwa-jiwa tak bersalah
Mulai berjatuhan

Hanya dengan setitik virus
Semua canda tawa akan menguap
Rasa ketakutan yang menghampiri
Dibalut dengan rasa gelisah

Marilah teman,
Jangan kau tangisi lagi
Bangkitlah demi kebahagiaanmu
Tersenyumlah..
Percayalah...
Semua adalah rencana Tuhan


Hope you guys like it!💗


Senin, 27 April 2020

Menilai Karya Melalui Resensi Kelas XI

PETA KONSEP
MEMAHAMI ISI DAN SISTEMATIKA RESENSI
Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai  suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain.Tugas penulis resensi  adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya  apakah layak dibaca atau tidak. 
Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca. Unsur- unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai  berikut. 
1. Judul resensi
2. Identitas buku yang diresensi
3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan,pengarang buku, dan lain-lain) 
4. Inti/isi resensi
5. Keunggulan buku
6. Kekurangan buku
7. Penutup

MENGUNGKAPKAN ISI INFORMASI BUKU YANG DIRESENSI
Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Seperti yang terdapat di dalam contoh di atas, ada resensi untuk novel;ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya,ada pula yang berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan,  
dan karya-karya lainnya.
Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel  atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku-buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang  
dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu.

MENGANALISIS KEBAHASAAN DALAM TEKS RESENSI
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu. 
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya. 
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena, sebab.
4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya.
MENYIMPULKAN 2 TEKS RESENSI BERDASARKAN KEBAHASAAN
Tahukah kamu bahwa tujuan utama resensi buku ialah memberikan tanggapan atas isi buku sebagai informasi kepada calon pembaca buku itu. Tanggapan itu dapat memotivasi pembaca resensi atau menjadi tidak  
berminat membaca buku yang diresensi itu. Di samping itu, resensi buku merupakan umpan balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut pada edisi terbitan berikutnya. Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan bagi penulis resensi dalam mengembangkan resensi yang disusunnya dan juga sebagai salah satu kriteria bagi media  
yang akan memublikasikannya.
Dalam menyimpulkan sebuah resensi perlu penguasaan atau teknik tertentu, misalnya menguasai isi buku, memiliki daya analisis, dan  menguasai teori tentang buku yang diresensi. Pada pembahasan ini, kamu harus menyimpulkan teks resensi berdasarkan unsur kebahasaannya, misalnya dari penggunaan kalimat dan penggunaan jenis kata.

STRUKTUR PENYAJIAN RESENSI NOVEL
1. Identitas novel, yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal novel. 
2. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
3. Memberikan penilaian, yang meliputi kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meluputi unsur-unsur novel itu secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, amanat, dan kepengarangan.  
4. Menyimpulkan resensi yang disajikan.

Untuk sampai pada penyajian resensi novel seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang dapat kita jadikan panduan. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud. 
1. Tema
a. Apakah tema cerita itu?
b. Apakah tema itu sah dan benar sebagai kebenaran umum?
2. Alur
a. Pola apakah yang digunakan pengarang dalam membangun alur ceritanya itu? 
b. Peristiwa-peristiwa apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu? 
c. Apakah terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu? 
d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada yang lain- lainnya? 
e. Apakah peristiwa-peristiwa itu disusun secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting dan berguna? 
f. Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan hidup?
g. Bagaimana peristiwa-peristiwa itu mengantarkan perjalanan hidup tokoh utamanya? 
3. Latar
a. Di mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b. Bagaimana peranan latar tersebut dalam keseluruhan cerita: apakah latar tersebut menguatkan atau justru melemahkan cerita? 
4. Penokohan
a. Bagaimana cara pengarang dalam menampilkan karakter tokoh- tokohnya?
b. Apakah karakter tokoh-tokoh itu wajar atau terkesan dibuat-buat?
c. Bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya?
d. Bagaimana peranan karakter tokoh-tokoh tersebut dalam mendukung tema dan menghidupkan alur cerita? 
5. Sudut pandang
a. Dari sudut sudut pandang siapakah cerita itu diceritakan?
b. Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita? 
6. Amanat
a. Apa amanat cerita itu?
b. Bagaimana cara pengarang menyampaikan amanatnya, bersifat menggurui atau tidak? 
7. Bahasa
a. Apakah bahasa cerita itu tajam, lincah, dan sugestif?
b. Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu?
c. Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?

MENULIS RESENSI DARI BUKU KUMPULAN CERITA
Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan tersebut. 
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali unsur-unsur tersebut. 
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan sebuah karya.

#Sumber: https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view